oza sweet

" WELCOME To MY BLOG "

Hy friends,,,
How Are you Today ?? ,,, i hope you are fine. :-) like me.

Assalamu'alaikum wr wb

Selamat datang di My Blog. ( Welcome To My Blog )

Sebagai awalan saya mau perkenalan dulu aahh,,, (dengan PD), bagi yang sudah kenal gpp ya kenalan lg, supaya lebih kenal dan tambah dekat,,, heheeheehhee. Langsung aja ya,,!!

Nama saya Siti Romzah, Saya lahir di Jakarta Alamat rumah (perkampungan) Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13440.

dah ahh perkenalannya segini aja ya dulu ya,,

Laman

Rabu, 30 Maret 2011

Travelling to seribu island ( 20 agustus 2009 ) dari Muara kamal ke Muara angke

Hari kamis tanggal 20 agustus 2009 merupakan hari yang sangat menyenangkan, dimana pada hari ini saya dan teman2 SR go to kepulauan seribu. Kami mengawali perjalanan dengan pada hari kamis pagi dan kami berkumpul di kantor SR pada pukul 05:30 wib. Setelah ...kumpul semua kami berangkat , yang kumpul di SR yaitu oza, jeng ave, jeng erva, jeng ahmed, maz p-man, pak misbah, bisri, tisna,dan aji. Kami menggunakan dua taksi. Taksi yg pertama terdiri dari tisna, aji,jeng erva,oza dan jeng ave.sedangkan taksi yg ke dua terdiri dari pak misbah, jeng ahmed, maz p-man, dan bisri. Kedua taksi tersebut berangkat menuju Muara kamal,ternyata disana merupakan tempat para nelayan mencari ikan dan tempat pelelangan ikan. ketika kami sampai disana kami melihat bnyak sekali para nelayan dan berbagai jenis ikan, cumi, kerang,dll. Dan sesampainya di sana ternyata pak anton,pak gofur dan robih telah sampai dan menunggu kedatangan kami. Kami berjumlah 12 orang. dah pada kumpul semua kami langsung menuju perahu nelayan,dan menaikinya, perahu tersebut dikemudikan oleh 3 orang. sungguh sangat menyenangkan berada ditengah laut tapi sangat disayangkan air laut nya hitam dan kotor,karena air laut disana disebut laut hitam. Pengalaman yg sangat menyenangkan dapat berpergian melewati laut jakarta, sepanjang jalan di laut tersebut banyak sekali bambu2 yg dipasang jaring oleh para nelayan untuk menangkap ikan, cumi dll. Semakin ketengah laut semakin banyak bambu2 tersebut. dan alhamdulillah ombak pada saat kami dilaut sangat tenang. kami semua sangat menikmati perjalanan kurang lebih sekitar 30 menit.di perahu tersebut kami sambil menikmati indahnya laut jakarta, makan makanan ringan,minum dan berbincang - bincang serta berfoto-foto. Alhamdulillah setelah melewati ombak dan laut hitam selama 30 menit akhirnya kami sampai di pulau onrust, berikut ini sekilas mengenai pulau onrust : 

1. Pulau Onrust.
Nama Onrust diambil dari bahasa Belanda yang artinya “tanpa istirahat” atau sibuk (dalam bahasa Inggris:unrest). Nama “Onrust ” pada pulau ini tidak terlepas dari sejarah keberadaan bangsa Belanda di Nusantara. Pulau Onrust terletak pada 1060 44′0″ Bujur Timur dan 60 02′3″ Lintang Selatan dan berada di teluk Jakarta dalam gugusan kepulauan Seribu. Untuk mencapai pulau Onrust ini bisa ditempuh dari Muara Kamal dan Muara Angke dengan perahu nelayan selama kurang lebih 30 menit karerna jaraknya hanya 14 km. Tetapi bila berkantong tebal bisa melalui pantai Marina Ancol dengan menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 15 menit. Luas pulau onrust awalnya ± 12 ha tetapi saat ini hanya tinggal 7 x lapangan bola karena diakibatkan oleh abrasi. Pulau Onrust dikelilingi oleh Pulau Kelor, Pulau Cipir dan Pulau Bidadari. Dibandingkan dengan pulau-pulau lain di gugusan Kepulauan Seribu, di pulau Onrust ini tidak ada satu bagianpun yang menarik seperti bungalow, taman laut, resort seperti yang terdapat di pulau Sepa, Matahari atau Pramuka misalnya. Hal ini karena pulau ini merupakan cagar budaya/taman Arkeologi yang meninggalkan banyak sejarah. Sejarah Pulau Onrust. Jaman VOC Sesuai dengan namanya, pada abad 17 -18 pulau ini sangat sibuk disinggahi oleh kapal-kapal VOC untuk bongkar muat barang dan sekaligus sebagai tempat galangan kapal dan markas belanda untuk menyerang daratan batavia yang saat itu ada dalam kekuasaan pangeran Jayakarta. Oleh karena itu penduduk setempat menyebutnya pulau Kapal. Antara tahun 1803-1810, pulau Onrust 3 kali digempur oleh Inggris dan terakhir pada tahun 1810 Armada Inggris yang dipimpin oleh Admiral Edward Pellow menghancurkan sarana dan prasarana Pulau Onrust. Saksi sejarah atas peperangan ini yaitu masih kokohnya benteng Martelo di pulau Cipir dan bangunan menara di pulau Bidadari.. dan di bagian pojo pulau ini masih dijumpai pekuburan Belanda dimana jasad Maria dikuburkan. Maria sangat dikenal karena Ia satu-satunya penghuni kuburan ini yang masih bisa dilacak keberadaannya melalui prasasti yang ditinggalkannya. Kono, gadis Belanda yang meninggal muda di Hindia BElanda ini masih menampakan sosoknya di malam hari. Bahkan untuk membuktikan kebenaran cerita ini pernah salah satu stasiun TV swasta menggelar acara UKA-UKA di tempat ini. Jaman Penjajahan Belanda Seiring berkurangnya pengarush Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke Pulau ini dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana prasarana yang telah dibangun oleh belanda kembali hancur berat akibat gelombang Tidal letusan gunung Krakatau. Pada tahun 1911 s.d. 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai Karantina Haji.dipulau ini terdapat sekitar 35 gedung asrama karantina jemaah haji dimana 1 gedung asrama dapat menampung 100 jemaah haji. Masyarakat Indonesia pada saat itu yang akan naik haji ke Mekah dikarantina terlebih dahulu di pulau ini baik ketika pergi maupun sepulangnya. Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergoalakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya kharismatik ulama dimata rakyatnya. Masa Awal Kemerdekaan s.d. tahun 1968. Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai rumah sakit Karantina bagi penderita penyakit menular dan penyakit kusta/lepra dibawah penganwasan Departemen Kesehatan hingga awal tahun 1960, dan para penderita penyakit lepra saat ini ditampung di RS Sintahala Tangerang. Selain itu pulau ini juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis dan juga latihan militer. Tahun 1968 pulau Onrust dijarah habis-habisan sehingga banguan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja. Setelah peristiwa tersebut, pulau Onrust menjadi sepi tidak sesuai lagi dengan namanya. Walaupun sekarang Pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukanya masih bisa ditelusuri. Beberapa bangunan masih tersisa dan masih dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakan. Untuk melestarikan peninggalan sejarah yang terdapat di Pulau ini maka berdasarkan keputusan Gubernur KDKI Jakarta No. Cb. 11/2/16/1972 pulau ini dinyatakan sebagai Pulau bersejarah yang dilindungi. Kemudian melalui SK Gubernur DKI Jakarta 134 tahun 2002 taman Arkeologi Pulau Onrust ditetatpkan sebagai UPT di lingkungan Dinas kebudayaan dan Permusiuman DKI Jakarta. aktifitas yang kami lakukan disana adalah menikmati dan mengelilingi pulau onrust serta berfoto2.setelah ke pulau onsrust kami melanjutkan ke pulau berikutnya yaitu pulau Kelor. yang letak nya tidak jauh dari pulau onrust. 

2. Pulau Kelor 
Setiap perjalanan ke Kepulauan Seribu, pastilah akan menjumpai pulau ini. Letaknya tidak jauh dari Pulau Bidadari. Setiap kapal yang melintasi perairan Pulau Untung Jawa dapat dipastikan akan bisa melihat pulau ini. Dari kejauhan hanya berbentuk bulat menyerupai cerobong asap pendek di tengah lautan. Namun bentuknya yang aneh inilah yang menjadi daya tarik pulau ini. Memang tidak terlihat tanah di pulau ini. Hanya ada hamparan pasir putih yang seakan-akan menyembul dari permukaan laut. Sesungguhnya itulah daratan dari Pulau Kelor.Abrasi, terkikis air laut, itulah gambaran pulau kecil ini. Memang bentuknya tidak besar. Bahkan dalam foto masa silamnya, ketika Belanda masih bercokol di bumi pertiwi, pulau ini tetap kecil. Bila saja tidak terdapat beton-beton penahan gelombang, pulau ini mungkin sudah tenggelam. Beruntung benteng Martello yang berdiri kukuh yang membuat pulau ini layak dilindungi. Peninggalan masa silamnya harusnya membuat kita melakukan upaya dan tidak membiarkan Pulau Kelor tenggelam ditelan lautan. Pulau Kelor, itulah nama pulau ini. Seperti halnya pepatah kuno, “Dunia tidak selebar daun kelor” memang identik dengan pulau ini. Daun kelor memang bentuknya kecil-kecil. Penamaan Pulau Kelor memang cocok untuk pulau ini. Kecil, tersendiri dan seperti menyembul dari permukaan laut. Dahulu Pulau Kelor adalah salah satu benteng pertahanan Hindia Belanda yang memusatkan kegiatannya di Pulau Onrust. Setidaknya ada tiga benteng Martello di tiga gugusan pulau yaitu Pulau Kelor itu sendiri, Pulau Bidadari dan Pulau Onrust. Hanya dua yang masih meninggalkan jejaknya sementara benteng yang di Pulau Onrust sudah hilang jejaknya akibat penjarahan besar-besaran di tahun enam puluhan. Yang tersisa hanya sebuah lubang dengan sebuah plang yang menandakan disitulah dulu sebuah benteng bulat berdiri. Di Pulau Bidadari benteng Martellonya tinggal separuh saja. Setengahnya rusak karena terhempas oleh gelombang pasang sewaktu gunung Krakatau meletus. Sementara di Pulau Kelor, benteng Martellonya cenderung masih utuh. Lubang-lubang jendelanya masih utuh bentuknya. Bahkan bagian dek/ lantai atas benteng, yang pada zaman itu menggunakan kayu, terlihat bekas-bekas dudukannya walau hanya berbentuk lubang-lubang seukuran balok kayu. Pulau Kelor tidak memiliki dermaga sehingga menyulitkan kapal/ perahu merapat di pulau ini. Sisa-sisa dermaganya memang ada tetapi tidak adanya perawatan membuat sembilan puluh lima persen rusak. Akibatnya, dermaga tidak bisa sama sekali digunakan. Kalaupun ingin merapat ke pulau ini, harus pagi hari atau setidaknya sebelum tengah hari. Kabar yang pernah saya dapatkan adalah posisi pantai tidak memungkinkan didarati bila gelombangnya besar. Kapal bisa membentur bagian pulau yang berisi batuan-batuan pemecah gelombang atau menghantam dermaga yang rusak. Bisa juga kapalnya terjungkal karena adanya gelombang tidak memungkinkan bagian depan kapal menyentuh pantai berpasir di daratan pulau. Posisi yang menyamping karena hempasan gelombang membuat kapal bisa limbung karenanya. Itulah sebabnya setelah gelombang datang, tidak akan ada kapal yang merapat ke pulau ini. Pemandu wisata di Pulau Onrust juga berpesan seperti itu. “Jika gelombang belum ada, mendaratlah ke Pulau Kelor. Kalau sudah datang gelombang, tidak perlu mampir di Pulau Kelor karena berbahaya.”Ada cerita-cerita misterius seputar Pulau Kelor. Entah karena pulau ini kosong sehingga orang mengait-ngaitkan dengan hal-hal gaib. Ini menyangkut keberadaan kucing yang banyak berada di pulau ini. Entah dari mana kucing-kucing ini berasal. Saya hanya menduga kalau kucing-kucing itu dibuang oleh penduduk di sekitar pulau. Kucing-kucing inilah yang dikait-kaitkan dengan hal-hal yang misterius. Ada orang yang bilang untuk tidak mengganggu kucing-kucing tersebut atau menutup lubang-lubangnya.. Kucing-kucing memang banyak terdapat di Pulau Kelor. Para kucing biasanya berada di lubangnya masing-masing dalam benteng. Lubang ini asalnya adalah lubang ventilasi yang banyak terdapat di seputar benteng. Lubang ini kemudian menjadikan tempat para kucing berlindung dan bersembunyi. Bekas-bekas makanan juga banyak terdapat di seputar benteng. Kemungkinan para pengunjung memberi makan kucing dengan sisa-sisa makanan. Atau oleh para nelayan yang mampir di pulau ini. Lepas dari cerita-cerita diatas, Pulau Kelor tetaplah sebuah pulau kecil yang eksostis. Pulau yang dari kejauhan yang memperlihatkan kemegahan benteng Martellonya ternyata menyimpan daya darik tersendiri untuk mengunjunginya. Pulau Kelor merupakan satu kesatuan dengan Pulau Onrust dan Pulau Cipir. Memiliki menara pengawas peninggalan Belanda. Pulau kecil ini sangat menarik dari kejauhan.Semoga dalam pelayaran yang akan datang, saya akan sempat menginjakkan kaki di pulau kecil yang menarik ini. Aktifitas yang kamim lakukan di pulau kelor adalah menikmati indahnya laut sekitar pulau yang warna air lautnya indah sekali dan berwarna,pasir putih di lengkapi dengan karang2, serta kami melihat banyak sekali kucing disana dan kami juga tidak menghilangkan kesempatan untuk berfoto2 disana. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami ke pulau bidadari yg letaknya tidak jauh dari pulau kelor. 

3. Pulau Bidadari 
Sepanjang perjalanan menuju resor ini, bisa disaksikan gugusan pulau yang sarat dengan nilai sejarah seperti Pulau Cipir (Pulau Kahyangan), Onrust dan Kelor. Pulau-pulau tersebut pernah digunakan oleh penjajah VOC Belanda sehingga banyak terlihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno. Sejarah Pulau Bidadari Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini. Sekitar tahun 1800, armada laut Britania Raya menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan di atas pulau ini. Sekitar tahun 1803 Belanda yang kembali menguasai Pulau Bidadari dan membangunnya kembali. Akan tetapi Britania kembali menyerang tahun 1806, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari serta pulau lainnya hancur berantakan. Tahun 1827 pulau ini kembali dibangun oleh Belanda dengan melibatkan pekerja orang Tionghoa dan tahanan. Bangunan yang dibangun adalah asrama haji yang berfungsi hingga tahun 1933.Pulau ini sebelum menjadi resor sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai dengan tahun 1970. Bahkan pulau ini tidak pernah dikunjungi orang. Pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.Semenjak tahun 1970 ini, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Alasan pengambilan nama menjadi Pulau Bidadari diilhami dari nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya. Peninggalan-peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Di resor ini memang ditawarkan untuk menginap sembari bersantai menikmati suasana laut.Karena letaknya berdekatan dengan Jakarta, banyak pengunjung yang datang sekedar berwisata sehari atau tidak menginap yang lebih dikenal dengan One Day Tour. Pengunjung yang datang di sini selain ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut, juga ingin melihat bangunan-bangunan bersejarah yang berada di Pulau Bidadari.Berbeda dengan resor lainnya, resor Pulau Bidadari memiliki resor yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung di atas air layaknya perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage model panggung didesain mirip dengan rumah adat minahasa.Bila ingin berwisata air maka bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano atau kayak laut dan sejumlah aktivitas lainnya seperti memancing dan berenang di pantai, bermain sepeda mengelilingi pulau bidadari dan bagi anda yg ingin foto pre wedding di pulau ini ada fasilitasnya loh.. Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekedar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan. Aktifitas yang kami lakukan di pulau ini adalah untuk masuk kepulau ini dikenakan biaya sebesar Rp 85.000/orang + 1 kali makan. kami disana menyewa sepeda untuk mengelilingi pulau ini, berfoto2, main ayunan, sedang pak gofur, jeng ahmed berenang di pantai ini dan ternyata sungguh disayangkan kami tdk dapt berenag cos banyak karangnya.dan akhirnya kami bermain pasir yg ada disana, pasir putih. kami main pasir putih dengan membentuk sebuah bangunan dari pasir itu dengan tema yg berbeda.. kami terbagi menjadi 4 kelompok yaitu : kelompok 1 (VOC) terdiri dari maz p-man,dan oza kelompok 2 (roro jongrang) terdiri dari jeng ave dan robih kelompok 3 (saya lupa namanya apa?) terdiri dari pak gofur dan bisri kelompok 4 (saya lupa nama nya apa?)terdiri dari aji dan jeng erva. pemenang ke 1 dari permainan ini adalah kelompok 1 pemenang ke 2 kelompok 2 pemenang ke 3 kelompok 3 pemenag ke 4 ya kelompok 4 dan sebagai hadiahnya perwakilan dari kelompok 1 yaitu maz p-man tiduran diatas pasir lalu ditutup seluruh badannya dengan pasir putih, begitu jg dengan kelompok ke 2 perwakilannya yaitu robih. dan sebagai juri yaitu pak misbah dan pak anton. selain itu tidak lupa jg kami berfoto bersama dengan hasil bangunan yg kita buat. he..he....(menyenangkan sekali bermain pasir) setelah kami beraktifitas di pulau bidadari kami melanjutkan perjalanan ke pulau cipir (kahyangan). 

4. Pulau cipir (kahyangan) Pulau Kahyangan (disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Kuipir)
merupakan salah satu pulau yang terletak di kepulauan Seribu. Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif kelurahan Pulau Untung Jawa kecamatan Kepulauan Seribu Utara Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau ini sudah mulai ditata untuk tujuan wisata.Bersama dengan pulau Onrust, pulau Kelor, pulau Sakit (Pulau Bidadari) biasa disebut sebagai pulau Paradiso.Di pulau ini terdapat peninggalan sejarah, yaitu sebuah benteng yang dibangun oleh Belanda pada zaman VOC. Disini ada sumber air tawar yang jernih dan bersih. Aktifitas kami di pulau ini adalah berenang dan bermain air laut, selain itu dipulau ini kami semua berenag di laut kecuali jeng erva, yg tdk mau berenang digotong lalu di ceburin ke laut. sambil berrenang kami erlomba menyelam di dalam laut. untuk memperebutkan hadiah 1 buah hp. dan pada saat pertandingan saya sebagai juri semua menyelam dan yg masuk kebabak selanjutnya adalah pak gofur pak anton,maz p-man dan saat babak ini saya ikutan. sungguh disayangkan saya kalah. dan pemenangnya adalah pak gofur. selamat kepada pak gofur. dan kami jg tidak lupa untuk berfoto2 dan mandi disana. sungguh pengalaman yg sangat indah dapat menginjakkan kaki ke pulau-pulau ini. walaupun dengan hanya satu hari kami hanya membawa air putih saja dan makanan ringan dengan menggunakan perahu. dan kami jg menahan rasa lapar karena dipulau2 ini sebagian pulau tidak ada penjual makanan. hanya ada satu penjual saja. dan kami mengakhiri perjalanan di pulau cipir (pulau kahyangan). lalu kami melanjutkan perjalanan ke muara angke, selama perjalanan menuju ke muara angke ombak semakin membesar karena hari semakin sore dan angin mulai berhembus kencang. alhamdulillah kami sampai di muara angke dengan selamat setelah melalui ombak yg sangat deras.dan pada akhirnya di muara angke kami menikmati santapan serba ikan, alhamdulillah rasa lapar yg kami rasakan sejak tadi hilang dan menjadi kenyang.setelah itu kami pulang ke Rawamangun. selama perjalanan ya namanya juga jakarta selalu macet dimana-mana. Akhirnya kami sampai dan perjalanan yg sangat melelahkan. syukur Alhamdulillah saya dan ucapan terima kasih saya haturkan kepada Allah SWT dan teman2 SR yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti perjalanan ini. thanks so much to all and i'm sory. demikianlah cerita saya mengenai perjalanan ke pulau seribu. oia sy lum mendownload foto2 nya. nanti akan sy download.mohon ma'af jika ada kata2 yg salah dan kurang dalam cerita ini. sekian. Indonesia negri ku tercinta yg kaya akan pemandangan yg indah serta sarana dan prasarana lainnya. by. ozasweet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email