oza sweet

" WELCOME To MY BLOG "

Hy friends,,,
How Are you Today ?? ,,, i hope you are fine. :-) like me.

Assalamu'alaikum wr wb

Selamat datang di My Blog. ( Welcome To My Blog )

Sebagai awalan saya mau perkenalan dulu aahh,,, (dengan PD), bagi yang sudah kenal gpp ya kenalan lg, supaya lebih kenal dan tambah dekat,,, heheeheehhee. Langsung aja ya,,!!

Nama saya Siti Romzah, Saya lahir di Jakarta Alamat rumah (perkampungan) Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13440.

dah ahh perkenalannya segini aja ya dulu ya,,

Laman

Minggu, 01 Januari 2012

" Tetaplah Perawan Setelah Malam Tahun Baru"



Petikan Judul di atas dikutip dari pesan dr. Posma Siahaan, seorang dokter genekologi yg sering ‘berurusan’ dengan remaja-remaja yang memiliki permasalahan seksual.


Menurut temuan beliau, ada fenomena gunung es pergaulan bebas (free sex) terutama dalam moment perayaan tahun baru, sehingga beliau merasa perlu untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda, “tetaplah perawan setelah malam tahun baru.”


Di Indonesia ini, khususnya kota-kota besar, malam tahun baru banyak dirayakan dengan pesta pora, hura-hura, dan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya.. Hampir seluruh mal dan pusat perbelanjaan mengartikan malam tahun baru sebagai malam gila-gilaan untuk meraup omzet. Yakni dengan menggelar diskon besar-besaran sampai konser musik. Tidak ketinggalan beberapa tempat rekreasi, hotel maupun restoran pun berlomba-lomba menyemarakkan malam tahun baru dengan membuat acara yang dapat menghipnotis pengunjung agar mendatangi tempat mereka.


Tidak salah kalau kita menyatakan bahwa momment pergantian tahun (seperti yang akan segera terjadi) oleh mayoritas orang, terutama generasi muda dijadikan alasan untuk menginap di hotel, berpoya-poya, bahkan pesta seks di vila. Orang-orang yang tidak tahu bahwa agama mengharamkan perayan tahun baru, banyak diantaranya berperilaku tidak terkendali bahkan ada yang merayakan dengan pesta semalam suntuk, sampai subuh, bahkan nginap di tempat wisata sehingga hotel bintang lima.


“Tidak ada (refleksi dan instrospeksi), dok. Malah yang musim ya pesta akhir tahun di tempat-tempat wisata gitu deh. Dan banyak teman cewek saya pun pertama ML di pelepasan tahun gitu. Melepas tahun sekaligus melepas perawan, hehehe…”


Kata-kata di atas adalah kutipan pernyataan salah seorang pasien dr. Posma. Dan saya yakin itu bahkan merupakan pernyataan dari ribuan cewek-cewek lainnya yg rela 'menjual diri' ketika moment tahun baru. Miris bukan? Bagaimana kalau mereka-mereka itu adalah adik kita, teman kita, keluarga kita, relakah?


Inilah fenomena masyarakat sakit. Ngga tua, ngga muda semuanya larut dalam euforia perayaan sia-sia. Padahal agama jelas-jelas melarang perayan tersebut. Sudah jelas perayaan tahun baru merupakan perayaan nasrani, maka seharusnya kita sebagai seorang muslim menghindarinya. Nabi kita Muhammad saw, jelas-jelas melarang kita mengikuti budaya kufur,


“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.”

(Hadis shahih riwayat Abu Daud)


Jadi, nggak usah lah kita ikutan heboh merayakan tahun baru masehi. Kita evaluasi diri, dan itu dilakukan setiap hari tanpa harus nunggu tahun baru. Lebih baik kita isi hari-hari kita dengan memperbanyak kebiakan-kebaikan, jangan sebaliknya menumpuk dosa. Dari hari ke hari kita harus lebih baik, setuju?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email