oza sweet

" WELCOME To MY BLOG "

Hy friends,,,
How Are you Today ?? ,,, i hope you are fine. :-) like me.

Assalamu'alaikum wr wb

Selamat datang di My Blog. ( Welcome To My Blog )

Sebagai awalan saya mau perkenalan dulu aahh,,, (dengan PD), bagi yang sudah kenal gpp ya kenalan lg, supaya lebih kenal dan tambah dekat,,, heheeheehhee. Langsung aja ya,,!!

Nama saya Siti Romzah, Saya lahir di Jakarta Alamat rumah (perkampungan) Kelurahan Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur 13440.

dah ahh perkenalannya segini aja ya dulu ya,,

Laman

Selasa, 27 Desember 2011

Bermain tutup mata di alun-alun Yogyakarta, jawa tengah. 2010




Hari ini hari kesekian kalinya saya dan teman2 pergi ke jawa tengah, untuk menghadiri pernikahan seorang teman, tepatnya Kebumen. kami berangkat malam hari tepatnya pukul 19:30 dengan menggunakan travel dari rawamangun, perjalanan kami lalui dengan senang hati, hingga tertidur dan akhirnya kami tiba menjelang subuh, saya dan teman2 turun di depan masjid agung kebumen. disana kami transit dan mandi serta beribadah.

Mentari mulai bersinar dan tak lupa kami sarapan lalu berangkat ke tempat tujuan yg tidak jauh dari masjid agung kebumen. setelah dari tempat tujuan kami kembali pulang, dengan menggunakan kereta, karena tiket kereta ke jakarta habis, maka kami memutuskan untuk singgah ke yogyakarta menggunakan kereta.




kami tiba di yogyakarta menjelang sore hari lalu kami keliling malioboro lalu kami melangkahkan kaki menuju alun-alun kota Jogya dengan menggunakan becak. Masih ramai dengan orang-orang yang bermain tutup mata ketika kami sampai di alun-alun.

Dua buah pohon beringin yang berada di tengah alun-alun selatan kota Jogja inilah yang membuat tempat ini menjadi menarik untuk dikunjungi. Sebabnya , ada sebuah mitos yang beredar bahwa jika setiap orang yang dapat melewati jalan yang diapit oleh kedua pohon beringin tersebut maka keinginannya dapat terwujud. Terserah bagi setiap orang yang ingin mempercayainya atau tidak, tetapi bagi saya dan teman-teman, menjadi sebuah permainan tantangan yang menarik. Dengan biaya yang sangat murah Rp. 3.000,-untuk satu buah penutup mata hitam dan dapat sepuas hati menggunakan penutup mata itu.


Di tengah keramaian , saya mengamati setiap orang yang ditutup matanya, mereka mencoba berjalan menuju jalan yang ada di tengah kedua pohon beringin tersebut, namun sedikit orang yang berhasil melewatinya. Akhirnya saya dan teman-teman mulai mencobanya.

Pertama yang mencoba adalah dua orang teman saya, mata mereka ditutup dengan kain dan benar-benar dipastikan tidak melihat sekelilingnya. Lalu, mereka saya tempatkan agak jauh dari pohon beringin tetapi berhadapan lurus dengan jalan ditengah pohon beringin tersebut. Ketika aba-aba mulai dari saya , mereka berdua berjalan menuju pohon beringin tersebut dengan feeling mereka. Saya dan seorang kawan , mengatur jalan di depan mereka agar tidak menabrak orang-orang yang juga bermain tutup mata seperti kami.

Ketika mendekati tembok yang memagari kedua pohon beringin tersebut. Kedua teman saya ini berpisah. Teman yang satu berbelok ke kanan , menuju lapangan sepak bola dan teman yang satunya ke kiri. Tetapi dua-duanya berhenti dimana mereka merasa yakin telah sampai ditengah jalan diantara kedua pohon beringin. Begitu kain dibuka dan mata mereka melihat sekelilingnya ternyata jauh dari pohon beringin tersebut. Kejadian tersebut malah membuat mereka semakin penasaran untuk mencoba lagi. Menurut berita yang simpang siur sih, katanya kalau berjalan kea rah kanan berarti hidupnya masih memikirkan lawan jenisnya dan kalau berjalan kea rah kiri adalah harta atau uang. Entahlah saya sendiripun belum mendapat jawaban yang pasti mengenai kedua arti tersebut.



Penasaran juga, akhirnya saya mencobanya. Deg degan rasanya begitu mata ditutup kain dan kaki mulai berjalan. Saya meraba-raba jalan didepan saya. Rasanya begitu sunyi , padahal sekeliling saya itu sangat ramai. Denger sih teman-teman saya bicara didepan jalan saya tetapi kemudian sunyi. Aduuh, saya sempat ragu untuk melanjutkan kaki saya melangkah. TIba-tiba saya tidak konsentrasi , saya merasa takut salah dengan jalan yang akan saya lalui.

Begitu saya lanjutkan kembali melangkah, ternyata saya menabrak tembok dan entah berjalan kemana lagi. Saya merasa sudah selesai kaki melangkah ternyata malah berada di tengah lapangan tidak jauh dari tempat awal saya mulai berjalan.Menurut teman-teman, saya sebenarnya sudah sampai ditengah tetapi berhenti lalu berjalan kearah kiri hingga akhirnya hanya muter-muter di tengah lapangan.

Entahlah , kalau menurut saya sih begitu kaki mendekati kedua beringin tersebut langkah tiba-tiba berhenti. Hal yang sama , juga terjadi kepada beberapa orang selain teman-teman saya. Tetapi ada juga yang melonjak kegirangan begitu dia berhasil melewati jalan di tengah beringin. Saya dan teman pun setelah beberapa kali mencoba akhirnya bisa melewatinya.





Pengalaman yang unik dan mendebarkan, sebuah permainan yang mengesankan buat kami selama berada di Jogja. Memang kota Jogya selalu menawarkan pesona yang membawa setiap orang yang datang untuk selalu datang lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow by Email